PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Psikologi Lintas BudayaKlinis

ataque de nervios

ataque de nervios

Ringkasan Singkat

Sindrom terkait budaya yang ditemukan di kalangan masyarakat Latino, ditandai dengan gemetar, teriakan tak terkendali, dan agresi fisik yang diikuti pingsan.

Ataque de nervios (serangan saraf) adalah culture-bound syndrome atau sindrom terikat budaya yang secara khusus diidentifikasi pada populasi keturunan Latino, terutama dari Karibia. Kondisi ini ditandai dengan reaksi emosional yang dramatis dan intens, termasuk gemetar, tangisan atau teriakan yang tidak terkendali, perasaan panas yang meningkat di tubuh, serta perilaku agresi verbal atau fisik. Sering kali, episode ini diakhiri dengan pingsan atau episode serupa kejang yang kemudian diikuti dengan kembalinya individu ke tingkat fungsi normal dengan cukup cepat.

Pemicu umum dari serangan ini biasanya adalah peristiwa yang sangat membuat stres yang berkaitan dengan keluarga, seperti berita kematian kerabat, perpisahan, atau konflik rumah tangga yang parah. Dalam konteks budaya Latino, ataque de nervios sering dipandang sebagai ekspresi kesusahan (idiom of distress) yang dapat diterima secara sosial untuk menunjukkan bahwa seseorang kewalahan oleh stres. Meskipun gejalanya tumpang tindih dengan gangguan panik atau gangguan stres pascatrauma (PTSD), para ahli menekankan pentingnya memahami konteks budaya agar tidak terjadi kesalahan diagnosis atau stigmatisasi.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (5th ed.).
  • Guarnaccia, P. J., et al. (1989). The cultural meaning of ataque de nervios.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback